Sabtu, 8 Muharram 1436 H

Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al BanjarySitus Resmi Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjary

Sejarah Uniska

SEJARAH BERDIRINYA UNISKA


Syekh Muhammad Arsyad
Al-Banjary
Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) lahir atas gagasan para tokoh-tokoh agama dan tuntutan masyarakat Kalimantan akan adanya perguruan tinggi yang bernafaskan Islam dan melahirkan intelektual muslim.
Cikal bakal berdirinya UNISKA, diawali dengan Pendirian UNISAN (Universitas Islam Antasari) pada tahun 1961 atas ide almarhum K.H. Zafri Zamzam. Pada tahun 1964 UNISAN resmi dijadikan IAIN Antasari yang berafiliasi kepada IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (Cabang Banjarmasin) dengan Rektor (Alm.) KH. Zafri Zamzam sendiri.
Melihat realitas tersebut, dalam seminar “Sejarah Kalimantan Selatan” yang berlangsung di Banjarmasin tanggal 23 s/d 25 September 1973, yang disusul lagi dengan Seminar serupa pada tangal 8 s/d 10 April 1976 para peserta menggugah kembali gagasan mendirikan Perguruan Tinggi Swasta yang mengambil nama Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary sebagai kenang-kenangan akan jasa Almarhum yang sangat besar sebagai tokoh pembaharu dan penyebar Ilmu Agama Islam pertama di Kalimantan Selatan.

Dipelopori oleh (Alm.) KH. Zafri Zamzam (Rektor IAIN Antasari) dan (Alm.) Prof. Anwari Dilmy (Rektor Universitas Lambung Mangkurat) beserta para tokoh masyarakat Kalimantan Selatan maka didirikanlah Yayasan Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjary dengan Akte Notaris No. 6 Tanggal 7 Juli 1981.

Tepatnya tanggal 14 Juli 1981 pada tahap permulaan di buka dua akademi yaitu :

  1. Akademi Publisistik, dengan 125 orang mahasiswa baru, peresmian pembukaan oleh Gubernur KDH Tk.I Kalimantan Selatan
  2. Akademi Bahasa Asing, dengan 125 orang mahasiswa baru, yang peresmian pembukaannya oleh Kepala Kantor Wilayah Depdikbud Propinsi Kalimantan Selatan.

Dalam perkembangan selanjutnya pada tahun 1982/1983 yang merupakan tahun ke 2 berdirinya Uniska, setelah memenuhi segala ketentuan untuk peningkatan status akademi menjadi fakultas, maka kedua Akademi tersebut meningkatkan statusnya menjadi:

  1. Akademi Publisistik menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Jurusan Komunikasi dengan Program Studi Jurnalistik, dan Jurusan Administrasi dengan Program Studi Administrasi Negara.
  2. Akademi Bahasa Asing menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), jurusan Bahasa dan Seni program Studi Bahasa Inggris, dan Jurusan Ilmu Pendidikan dengan Program Studi Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. Bersamaan dengan berdirinya kedua Fakultas ini, didirikan pula Fakultas baru yakni; Fakultas Ekonomi dengan Jurusan Manajemen Program studi Manajemen  Perusahaan, dan Fakultas Pertanian dengan Jurusan Peternakan Program Studi Produksi Ternak.

Selanjutnya tahun 1989 atas gagasan dari unsur Universitas (K.H.Gt. Abdul Muis, Drs.H.M. Amberipane, dan H.Syibelie Mahmud,BA), dan unsur Yayasan Uniska (H. Mustafa Ideham dan H. Sutra Alie Syahir, didirikan sebuah Fakultas Agama yakni Fakultas Syari'ah Jurusan Muamalat dan Jinayat, yang pada tahun 1993 mendapatkan Status Terdaftar pada Departemen Agama RI dengan SK Menag.RI No.382 tanggal    28 Desember 1993, dibawah Koordinasi Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais Wilayah XI) Kalimantan di Banjarmasin.

Pada tahun 1995 timbul gagasan untuk mendirikan lagi sebuah Fakultas eksakta yakni Fakultas Teknik Mesin, antara lain dikemukakan oleh Rektorat bersama-sama Yayasan Uniska antara lain Drs. H.M. Amberipane (Rektor), Drs. Muhammad Alfani, M.Si (Pb.Rektor I), H. Syibelie Mahmud (Karo Adm.Umum & Keuangan), serta H. Sutera Alie Syahir (Ketua II Yayasan). Gagasan pendirian Fakultas Teknik tersebut didukung oleh Pengurus Senat Uniska MAAB dan Yayasan Uniska, sehingga ditunjuklah Pb. Rektor I Uniska sebagai penanggung Jawab Pendirian, dan Drs. Ir. Sanusi Ditunjuk Sebagai Ketua Panitia Pendirian Fakultas Teknik. Atas dukungan Kopertis Wilayah XI dan Civitas Akademika Uniska maka pada tahun 1998 berdiri Fakultas Teknik Uniska program DIII Teknik mesin sesuai SK.Dirjen Dikti No. 289/DIKTI/Kep/1998 tanggal 14 Agustus 1998.

Demikian pula pada tahun yang sama (1998) terjadi perubahan nama Fakultas Syariah Uniska program studi Muamalat jinayat sesuai dengan Sk. Dirjen Binbaga Islam No.E/163/1998 tentang status terdaftar menjadi Fakultas Agama Islam program studi muamalat.

Melalui Visi Misi Rektor Uniska tahun 2000 Uniska kembali membuat terobosan baru dengan pengusulan pendirian Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), yang mendapat respon positif dari kalangan Civitas Akademika termasuk pihak Yayasan Uniska, sehingga ditunjuklah panitia Pendirian Fakultas Kesehatan Masyarakat dengan ketua Drs. Deli Anhar. Setelah melalui proses yang cukup panjang maka pada tanggal 15 September 2003 FKM diresmikan oleh Wakil Gubernur Propinsi Kalimantan Selatan (DR. H. Husin Kasah) yang disaksikan oleh Wakadis Kesehatan Propinsi Kalimantan Selatan (dr. Manahan K. Pangribuan), Wakadis Depdiknas Propinsi Kalimantan Selatan (Drs. Humaidi Syukuri Rompas), Pembina Yayasan Uniska (H. Tadjuddin Noor dan H. Sutera Alie Syahir), Pengurus Yayasan (Ir. Gt. Irhamni, MT. dan Pengurus lainnya) yang selanjutnya tanggal 26 September 2003 telah dimulai kuliah perdana oleh dr. H. Zairullah Azhar, M.Sc. (Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Selatan) yang diikuti oleh 108 mahasiswa.

Melihat eksistensi Uniska yang semakin maju dan berkembang, maka pada tanggal 9 Nopember 2006, Uniska diberi kepercayaan lagi untuk menyelenggarakan 2 (dua) program studi baru yakni program studi S-1 Teknik Mesin dan S-1 Teknik Informatika dengan Keputusan Dirjen DIKTI Nomor : 4068/D/T/2006 tanggal 9 Nopember 2006.

KH. Gusti Abdul Muis
(Rektor Pertama
Th. 1981-1988)
 Drs. H. Muhamad Amberipane
(Rektor Kedua Th. 1988-2000)
Drs. H. Muhammad Alfani. M.Si
(Rektor Ketiga Th. 2000-2005)
Ir.Drs.H.Sanusi
(Rektor Keempat
Th. 2005-2009)
Drs. H. Mustatul A., M.M.Pd., M.Kes
(Rektor Kelima
Th. 2009-2013)