Apa penyebab utama bencana banjir dan tanah longsor? Jawabannya: jutaan hektare hutan di berbagai kawasan telah berubah fungsi menjadi lahan pertanian, permukiman, atau dibiarkan gundul begitu saja. Hujan yang mengguyur bumi langsung meluncur ke daerah yang lebih rendah, tanpa dapat diserap tanaman dan tanah. Ancaman juga datang dari pertambangan yang mencemari ekosistem hutan beserta sungai dan laut
(Sumber: Tempo 25 Mei 2003).
Sungguh cepat laju kerusakan hutan Indonesia. Pada 1950, luas hutan di negeri ini tercatat 162 juta hektare. Kini yang tertinggal hanya 98 juta hektare, setiap tahunnya raib 2,4 juta hektare hutan. Sumber daya hayati hutan telah banyak musnah, diantaranya potensi ekonomi sumber bahan pangan, bahan baku industri, tanaman obat , dan ekowisata (Sumber: Tempo 25 Mei 2003).
Air merupakan sumber kehidupan, sebagaimana firman Allah Yang Maha Berkuasa di dalam Al Qur’an bahwa air merupakan sumber kehidupan:
“Bismillahirrahmanirrahim”
“Dan daripada air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup, maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Surah Al Anbiyaa: 30).
“Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur)”
(Surah Az Zukhruf : 11).
“Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan tumbuh berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah” (Surah Al Hajj: 5).